Mungkin kita sering merasa ragu-ragu dengan apa yang akan kita lakukan, apa yang akan dikerjakan, bagaimana hasil yang diperoleh, dan benar tidaknya apa yang telah kita pilih.
Sebenarnya, gampang kok, Berbuat lha, berkarya terus tanpa batas, sebar nilai-nilai kebaikan. Jangan takut untuk salah atau benar, tapi takut lha kalau kita tidak mampu mengambil hikmah dari apa yang kita lakukan.
Ada orang sangat bijaksana berkata ”Dari pada diam sama sekali, lebih baik melakukan sesuatu walaupun salah, Namun teruslah belajar dari kesalahan, sehingga mengantarkan kita dengan apa yang dicita-citakan”
Udah deh, gak perlu malu-malu atau segan lagi, SEMANGAT, songsong fajar pagi dengan senyum dan gairah yang membara. Jangan tunggu hari esok, sekarang mungkin cuman sekarang waktu yang kita punya.
Namun, semua harus sejalan antara perbuatan dan amal kita, antara Iman dan Amal serta Taqwa kita kepada NYA. nih ada hadistnya :

”Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak menerima amal perbuatan tanpa iman”

(HR.Atthabrani)

Jelaskan Bro….Apa lagi dong, Iman dan Amal sejalan, beres sudah, takut salah ? Takut gak benar ? Jangan takut dong………

”Lakukan apa yang mampu kamu amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sehingga kamu sendiri jemu”

(HR. Al Bukhari)

Oke……Eh…..Tapi jangan salah menilai orang yah, kerna salah menilai orang dalam beramal bisa runyam urusannya, kerna belum tentu apa yang dilakukanya salah menurut Allah.

”Seorang melakukan amal-amalan ahli surga sebagaimana tampak orang-orang tetapi sesungguhnya dia termasuk penghuni Neraka, dan seorang lagi melakukan amalan-amalan ahli neraka sebagaimana disaksikan orang-orang tetapi sebenarnya dia tergolong penghuni Surga”

(HR. Bukhari)

Ooohhhh Mak, Ngeri kali ah……

Jadi kesimpulanya, Marilah kita berbuat amal salah, melakukan sesuatu, berkarya, yang semuanya dengan niat yang Ikhlas. Jangan takut salah, gagal ataupun rugi, selama itu berjalan dengan Niat yang benar Insyallah ada hikmah dibalik semuanya, dan janganlah sekali-kali kita menghakimi orang dengan apa yang kita lihat, kerna itu hanya DIA yang berhak menilai perbuatan hambanya.