Hemmm……..Rasanya kita sangat sering tidak bersyukur dengan apa yang kita miliki, dengan apa yang kita peroleh.
Selalu semua hal dibandingkan dengan kondisi kita sekarang, tapi tidak pernah kita membandingkan dengan nilai-nilai rujukan yaitu Agama.
Dengan nilai rujukan yang benar, rasanya malu apa bila kita tidak bersyukur dengan kondisi kita sekarang ini.
Selalu kita merasa sedih, meratapi nasip, murung, merasa paling rendah, miskin dan lainnya, tapi tidak pernah bercermin kepada agama. Semua yang sudah kita lakukan mengantarkan kita kepada kondisi sekarang yang terjadi, bukan meratapi apa yang terjadi namun bagaimana menyikapi apa yang sudah terjadi.

Hallooo…..Masih mau kita setiap hari cuman meratapi apa yang kita miliki, kok begini, kok begitu, kenapa ya,….wake up lha brother…..Masih banyak yang lebih susah dari ente….Kalau kata Hadistnya :

”Yang paling pandai bersyukur kepada Allah adalah orang yang paling pandai bersyukur kepada Manusia”

(HR.Athabrani)

Naaahhhh………Ini dia, udah jelaskan, jadi apalagi…Kok masih murung aja, Senyum dong….Mulailah bersyukur dari hal yang paling kecil yang kita miliki. Nih ada satu lagi Hadist

”Dua hal apabila dimiliki seorang dia dicatat Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama ( Ilmu dan Ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberikan kelebihan.

(HR.Attirmidzi)