Sebuah perjalanan yang sangat panjang dilalui, ibarat sebuah buku yang berisi untaian kata yang tersusun dalam banyak warna, asa dan rasa . Sebuah ikatan yang berjalan hampir menyita waktu lebih dari sebentar bahkan hampir-hampir tidak ada kata akhir untuk menutupnya.Namun buku itu, merupakan buku yang pernah ditulis dengan berjuta kisah didalamnya.
Diantara pejaman mata dan terbukanya cakrawala, diantara embun pagi yang menetes enggan untuk menguap terkena sinar mentari, wajah dan senyum yang masih tersimpan didalam relungan, yang kini hanya berupa kenangan yang bergantung diingatan namun masih jelas untuk dilukiskan. Kenangan yang entah sampai kapan bisa hilang, atau tanpa disadari tidak ingin untuk dihilangkan.
Belaian serta wangi kecupan yang menyerupai harum bunga yang baru mekar, wangi akan tubuhnya, kehangatan tawa yang masih mampu menyejukan hati walaupun untuk menyentuh hanya sebuah hayalan.

Perjalanan ini tersimpan didalam sebuah buku kenangan, yang mungkin akan selalu dibaca dengan harapan masih terbuka sebuah kemungkinan untuk mengisi halaman demi halaman, apakah terlalu dini untuk menutup buku ini, yang akhir dari tulisan itu mungkin masih tersimpan cincin ikatan abadi yang entah kepada siapa sekarang harus dikenakan.

Mungkin isi dari lembaran buku yang terlalu panjang terkadang membuat bosan dengan cerita yang sama, namun mungkin diwaktu-waktu diam lembaran-lembaran itu bercerita tentang siapa kita sebenarnya, cerita tentang indahnya sebuah tarian dari rentakan irama cinta yang saling bersaut dengan hentakan langkah dalam setiap tapaknya, tanpa ada penilaian apapun akan arti yang kita tuliskan, seperti sebuah penelanjangan diri dihadapan cermin kehidupan yang membentang dari awal perjalanan hingga dengan ego menutup buku yang harusnya belum selesai untuk ditulis.

Mencari lembaran baru, mulai menulis dari awal sebuah cerita yang lain, namun tidak mengantarkan kepada apapun, seperti mengulang tulisan yang pernah ada, walau tulisan itu tidak pernah mendapat perhatian yang sama, selalu buku yang belum selesai terbuka untuk meminta diisi kembali dengan kata-kata yang menutup akhir dari cerita, hanya waktu sekarang tidak mungkin untuk mengulang yang ada, disaat raga tidak mengikuti irama hati, disaat cinta bukan hanya kata-kata, disaat sebuah kenyataan harus dilalui, baru tersadar didalam mimpi, didalam tidur yang membuai oleh rasa kantuk yang tidak kunjung berhujung, terbangun, terjaga dan sadar waktu ini realita.

Mungkin diantara lembaran-lembaran dari tulisan itu, diantara kebimbangan, keresahan, ketidak pastian, masih tersimpan hikmah yang lupa untuk dibaca. Ada pesan yang tidak terlihat, ada kata yang belum diartikan dengan bijaksana.