Yogyakarta
liburan February 25th, 2008Akhirnya sampai juga di Yogyakarta, kota yang terkenal dengan Gudeg, Keraton, dan Tentu saja Mbah Marijan. Pesawat Lion Air Boing 737-400 mendarat tepat jam 13.20 wib pada tanggal 22.02.08 hari Jum’at.
Kota yang 10 tahun yang lalu pernah dikunjungi hanya 3 jam ini ternyata masih menyimpan sebuah ketertarikan tersendiri, dengan perasaan masih binggung mau ngapain di kota ini,mobil penjemputan sudah melaju kencang diantara hujan yang katanya hampir setiap hari menguyur kota ini, namun dengan ketergesaan akhirnya mobil tersebut mengantarkan kami ke Wisma MM UGM (sebuah penginapan yang bertaraf Hotel bintang 4).
Oke…masih dengan perasaan males tiba-tiba Panitia menyerahkan kunci kamar bernomer 709 yang akhirnya menemani selama 4 hari disini. Setelah mandi dan berganti baju makan malam di Cokro Sob Buntut terbaik di Jogja, setelah kenyang dan mulai mengantuk diputuskan untuk kembali ke Hotel, walaupun sudah ada 10 rencana malam ini yang rasanya masih kurang menarik untuk dikunjungi.
Dibangunkan oleh alarm HP jam 07.30, ternyata tidur tadi malam belum membikin semangat juga, yah namun hari ini ada acara di Surau Kaliurang Reuni Ansor dan Silaturahmi Ihkwan jam 09.30, akhirnya setelah sarapan pagi seuruh rombongan menuju Surau, tanpa pernah disangka ada lebih dari 1000 orang yang datang, benar-benar sebuah persipan yang sangat matang, panitia aktif, dekorasi surau luar biasa megah, panggung acara terbuat dari Kayu Jati yang berumur lebih dari 100 tahun, dipadu oleh latar belakang kaligrafi yang dilukis oleh Ki Mujar Sangkerta ( seniman ternama bertaraf internasional ) Benar-benar patut untuk diacungkan dua jempol….Jogja benar-benar serius dalam menyiapkan acara ini.
Satu hariian ini diisi dengan acara di Surau, mulai dari Teatrikal Ibu-ibu, Lagu-lagu gubahan, Tarian Islami, Sampai acara yang ditunggu-tunggu yaitu Fatwa dan langsung Do’a dari YMM.ABU, membuat seluruh Jemaah haru dan terurai air mata, dengan penuh semangat YMM.ABU berfatwa dan Berdo’a sehingga Beliau meneteskan air mata, yang menambah haru acara yang sangat luar biasa ini. Pada malam harinya dilanjutkan dengan persembahan nyanyian dan ditutup dengan Wayang Orang yang sangat memukau dan penuh dengan makna-makna Islam diselingi dengan Humor yang mendidik. Tepat jam 23.30 acara selesai.
Minggu pagi, mulai menyusun program kunjungan kebeberapa tempat andalan Wisata Jogja, mulai dari Malioboro, Kaliurang, Tepes, Monjali, Musium Dirgantara, Keraton, Perambanan, Borobudur dan diselingi Wisata Kuliner SGPC, Gudeg Yu Jum, Jadah, Ikan Bakar Parangtritis, dan ditutup dengan makan malam lesehan dengan seluruh Panitia di Malioboro yang terdiri dari 50 orang. Habis rasanya tenaga terkuras hari ini.
Senin pagi, rasanya belum terbayar lelahnya perjalanan sudah harus berbenah untuk kembali ke Jakarta, setelah makan siang di sebuah restoran dipinggir sawah, kami bersiap-siap untuk ke Airport, akhirnya Pesawat Lion Air 737-300 mengantarkan kembali ke Jakarta.
Rasanya tepat lagu dari KLA Projek yang mengambarkan Suasana Kota Jogjakarta, tanpa disadari perjalanan yang dikira akan membosankan ini ternyata menyimpan kenangan tersendiri.



